Kolaborasi BBPVP Bandung Dan UPTD Balatkop & UMKM Dinas Koperasi Dan UMKM Kota Bandung Buka Pelatihan Vokasi Dan Peningkatan Produktivitas Ratusan Pelaku UMKM Wilayah Bandung Raya

Picsart_24-05-13_19-48-42-372

Bandung, FajarNews – Balai Besar Pelatihan Vokasi Dan Produktivitas (BBPVP) Bandung, kolaborasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balatkop & UMKM Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung buka Pelatihan Vokasi Dan Peningkatan Produktivitas Ratusan pelaku UMKM Wilayah Bandung Raya.

Koordinator Penyelenggara Pelatihan Vokasi Dan Peningkatan Produktivitas BBPVP Bandung, Elyana Silmia mengatakan menjadi negara maju berpendapatan tinggi dan salah satu kekuatan ekonomi dunia merupakan visi Indonesia yang ingin dicapai pada Indonesia emas tahun 2045. Tentu bukan hal muda namun dapat diwujudkan dengan salah satunya melalui pemberdayaan dan peningkatan produktivitas pelaku usaha khususnya UMKM secara berkelanjutan sehingga mampu naik kelas dan terus meningkatkan kapasitas bisnisnya.

Elyana Salmalia Koordinator Penyelenggara Peningkatan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas ( BBPVP) Bandung, Senin, (13/05/2024), saat pembukaan resmi pelatihan UMKM Bandung Raya.

Dikatakan Elyana, berdasarkan data BPS pada Februari 2024 terdapat sekitar 56,56 juta orang berwirausaha di Indonesia dan ini setara 37,86 persen dari angkatan kerja nasional sebanyak 149,38 juta orang. Dari angka 56,56 juta orang, 51,55 juta merupakan katagori pemula yaitu berusaha seorang diri atau dibantu buruh tidak tetap/ tidak dibayar dan 5,01 juta katagori mapan yaitu berusaha dibantu buruh tetap/ buruh bayar. Angka ini menunjukkan potensi UMKM tang besar dalam meningkatkan pendapatan daerah maupun pendapatan nasional. Kondisi ini menunjukkan pula bahwa peningkatan produktivitas amat sangat penting untuk mempertajam kemampuan wirausahawan dalam mengelola usahanya, meningkatkan daya saing, mengembangkan inovasi dan pembangunan teknologi serta membuka kesempatan kerja. BBPVP Bandung sebagai unit pelaksana teknis pusat Direktorat Binalavotas memiliki berbagai program baik untuk meningkatkan produktivitas yang terdiri dari program pelatihan peningkatan produktivitas.

Lanjutnya, bimbingan serta pengukuran peningkatan produktivitas, mapan pelatihan berbasis kompetensi baru maupun meningkatkan kompetensi yang telah dimiliki. Kegiatan Pelatihan Peningkatan Produktivitas ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan kepada pelaku usaha di wilayah Bandung dan sekitarnya, tidak hanya pengertian produktivitas namun mampu memahami dan menerapkan teknik teknik yang digunakan untuk meningkatkan produktivitas. Semoga kegiatan pelatihan peningkatan produktivitas tahap pertama ini dapat memberikan motivasi bagi pelaku usaha untuk terus produktivitas dan dapat memberikan kebermanfaatan bagi semua.

“Sekaligus pembukaan serentak untuk tahap pertama 100 orang secara offline atau tatap muka untuk pelatihan bagi seluruh pelaku UMKM Bandung Raya berbasis kompetensi yang dilaksanakan BBPVP Bandung,”kata Elyana Silmia, di Bandung, Senin, (13/05/2024).

Lebih lanjut, Elyana mengatakan BBPVP Bandung juga berkolaborasi bekerjasama dengan UPTD Balatkop & UMKM Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung. Peserta Pelatihan Vokasi Dan produktivitas ini adalah pelaku UMKM di wilayah Bandung sekitarnya.

“Untuk para peserta yang sudah lulus harapannya bisa menerapkan ilmu yang didapat dapat diterapkan di dalam mengembangkan usaha. Ada juga bimbingan dan konsultasi via wa group melalui vidio call. Tim turun ke tempat usaha UMKM untuk melihat langsung apa ada masalah. Dari pelatihan ini mendapat sertifikat kompeten dar BBPVP Bandung kalau mereka mengikuti rangkaian pelatihan,” katanya.

Sementara itu Kepala Bagian Umum BBPVP Bandung, Dimas Radhitya Pramudya W mengatakan, pelatihan vokasi dan peningkatan produktivitas ini dibagi tiga tahap keseluruhan jumlah peserta 275 orang dan dilaksanakan tahap pertama dari tanggal 13 Mei s/d 17 Mei 2024 dengan jumlah pesertanya 100 orang dan dibagi tiga tahap. Tahap pertama ini pesertanya 100 orang. Masing masing satu kelas diisi 25 orang. “Pelatihan Vokasi Dan Peningkatan Produktivitas ini dari seluruh pelaku UMKM wilayah Bandung Raya,” kata Dimas.

Plt UPTD Balatkop & UMKM Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung, Nurahmayani mengatakan, syukur alhamdullilah ternyata yang diinginkan dari Dinas Koperasi UKM Kota Bandung itu dari pusat, itu langsung turun seperti sekarang ini. Kita sendiri terbentur dengan anggaran belum menyentuh kebutuhan seluruh UMKM karena banyaknya UMKM di Kota Bandung.

“Data lama yang ada jumlah UMKM semuanya Seratus Sembilan Puluh Empat Ribu sembilan puluh sembilan orang, dan yang baru dibina UMKM di Kota Bandung baru Sepuluh Ribu Orang. Alhamdullilah yang dibina di Kota Bandung dibina juga sama BBPVP Bandung. Saya waktu itu bertanya apa sih produktivitas itu? Yang mau di produktivitas apa ia. Ternyata semua kemampuan UMKM itu di produktivitas. Mudah mudahan kedepannya terus menerus bisa kerjasama. Kita harapkan kerjasama ini rutin terus menerus,” katanya.

Kepala Divisi HC, Riset & Development Perkumpulan Assosiasi Profesi Produktivitas Indonesia (APPRODI), Dr. Imas Sumiati, M. Si ketika diminta tanggapannya kegiatan pelatihan Vokasi dan peningkatan produktivitas bagi pelaku UMKM mengatakan, tanggapan saya sangat baik. Bukan hanya baik tapi benar bagus untuk peningkatan produktivitas apa lagi teman teman di BBPVP Bandung ini khusus terkait teman teman usaha kecil menengah dan juga meningkatkan produktivitas mereka bagaimana meningkatkan dan bahkan saya sangat senang bangat kita berbicara UMKM naik kelas. Jangan hanya usaha kecil, saya bilang tadi dari awal usaha besar dan hebat.

“Jadi tanggapan saya tentang pelatihan di BBPVP Bandung ini baik bangat apalagi sekarang. Dulu namanya BLK sekarang berubah menjadi Balai Besar Pelatihan Vokasi Dan Produktivitas (BBPVP). Saya sepakat bangat bahwa semua liding sektor harus bicara produktivitas. Itu saya sangat sepakat,”tegasnya.

Lanjutnya, sebagai saya nara sumber sekaligus pemberi materi pelajaran kepada peserta pelatihan UMKM adalah pertama ini saya mau memahami dulu apa itu produktivitas. Berkenalan dulu. Kadang kadang orang orang salah mengartikan produktivitas. Saya ajarkan pengenalan dulu. Kemudian pengenalan pengukuran, ada pengenalan tools metode alam terkait produktivitas. Dan bagaimana koordinasi dengan pihak pihak terkait.

“Harapan saya teman teman UMKM naik kelas mereka hebat terkait produktivitas dan berbagai liding sektor akan menjadi pelaku pelaku usaha tentunya menjadi besar. Dan mereka mandiri di Republik ini menjadi orang orang yang berusaha menjadi besar dan hebat hebat,” ungkapnya. (Rob).